Jubir ESDM: Tuntutan Kerja Besar, Remunerasi Harus Sebanding

Sabtu, 06/09/2014 14:59 WIB

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebut-sebut menjadi kementerian penghasil uang bagi negara. Karena itu remunerasi bagi para pegawainya perlu diperhatikan untuk menekan terjadinya penyimpangan.

"‎Sebuah kementerian sebagai profit center seperti ESDM, ini kan kementerian yang menghasilkan uang. Kita melihat APBN kita sekitar Rp 300 triliun dihasilkan oleh kementerian ini," kata Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha dalam diskusi Polemik bertema "Korupsi di Pusaran Migas" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/9/2014).

Sebagai kementerian profit center, sambung Satya, sudah sewajarnya bila gaji para karyawan diperhatikan. Pengabaian dapat berujung pada penyalahgunaan.

"‎Kalau kementerian sebagai profit center menghasilkan uang, remunerisasi terhadap karyawan misalnya tidak diperhatikan dengan bagus maka potensi penyalahgunaan pasti akan muncul," ujar anggota DPR dari Fraksi Golkar ini.

Juru bicara Kementerian ESDM Saleh Abdurahman membenarkan hal tersebut. Ia menilai bahwa tuntutan kerja yang besar di ESDM harus sebanding dengan remunerasi yang didapatkan.

"Gaji menteri tidak besar sehingga harus dibantu dana operasional. Tuntutan kerja begini besar harusnya ada remunerasi sebanding," ucap Saleh yang hadir di diskusi yang sama.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(imk/fdn)


Foto Video Terkait


This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Indah Mutiara Kami 06 Sep, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656083/s/3e335315/l/0Lnews0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A90C0A60C1459310C26832890C10A0Cjubir0Eesdm0Etuntutan0Ekerja0Ebesar0Eremunerasi0Eharus0Esebanding/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
LihatTutupKomentar