Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Kamis, 11/09/2014 04:56 WIB
"Kita kecolongan, terus terang ini pelajaran bagi kami, terkadang kita juga terlalu naif, ada orang yang mau berjuang dengan loyalitas, karena berjuang kan butuh loyalitas kan, ya kita merasa kecolongan, dan itu resiko di politik," kata Fadli Zon di kediaman Akbar Tandjung, Jalan Purnawarman No 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014) malam.
Kendati merasa kecolongan, menurut Fadli, pihaknya tidak menyesali telah menyalonkan Ahok yang berpasangan dengan Jokowi pada pilkada lalu itu.
"Kita juga tidak mau menyesali (telah menyalonkan Ahok), tapi kalau kita kecolongan, ya kita kecolongan iya," ujarnya.
Fadli mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika pasca mundurnya Ahok dari Partai Gerindra kemudian diterima bergabung dengan partai politik lain.
"Ya silakan, kan memang dia track recordnya kutu loncat kan. Gak masalah, silakan saja, karena bagi dia partai itu karena kendaraan untuk dia menata karirnya," tuturnya.
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV
(idh/rmd)
Foto Video Terkait
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Idham Khalid 11 Sep, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656083/s/3e573d05/l/0Lnews0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A90C110C0A456430C26870A560C10A0Cgerindra0Eakui0Ekecolongan0Etelah0Emencalonkan0Eahok0Edi0Edki/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
