Cegah Radikalisme di Perguruan Tinggi, BNPT Bentuk Satgas Anti Teror

Jakarta - BNPT mengumpulkan puluhan rektor tingkat perguruan tinggi agama Islam seluruh Indonesia di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu juga BNPT membentuk satgas penanggulangan terorisme.

"Maraknya radikalisme ideologi teroris di lingkungan perguruan tinggi telah memprihatinkan, dalam hal ini kita perlu melakukan kerja sama baik dan terencana dengan institusi pendidikan terutama pendidikan tinggi untuk itu kita membentuk satuan tugas penanggulangan terorisme yang dipimpin Wamen Agama Nazarudin Umar," ujar Kepala BNPT Ansyaad Mbai dalam konfrensi pers pertemuan rektorat perguruan tinggi islam di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Jumat (4/7/2014).

Salah satu program dari Satga ini dengan mensinergikan peran perguruan tinggi dalam upaya penangulangan terorisme. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan kekuatan yang lebih efektif untuk penanggulangan penyebaran paham radikal.

"Sampai hari ini sudah 900 lebih yang ditangkap, 600 lebih yang dipenjara, dan sudah ratusan juga yang keluar penjara. Tapi apa yang terjadi, mereka kembali melakukan itu oleh karena itu perlu melakukan langkah antisipasi," tuturnya.

Sementara Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan fenomena yang berkembang di masyarakat jangan dianggap enteng. Keberadaan kementerian ini seharusnya dapat memberikan ketenangan bagi umat.

"Sejauh ini kita telah mengumpulkan kurang lebih 30 perguruan tinggi agama islam yang dihadiri para rektornya seperti UIN, STAIN dan sebagainya. Ini penting dikumpulkan karena mereka sebagai calon pengajar di sekolah agama hingga perguruan tinggi," imbuhnya.

Tak hanya para rektot pertemuan ini juga mengumpulkan para alumni UIN yang menjadi pembicara dalam Al-quran dan hadist. "Kita undang mereka bukan meragukan para pimpinan UIN tetapi untuk menyamakan gagasan dan pandangan yang sama," tuturnya.

Nasaruddin mengatakan deradikalisme bukanlah delejitimasi terhadap agama islam. Namun penyamaan paham dalam mencegah radikalisme islam di tinggkat perguruan tinggi.

"Dulu ada asumsi, kekerasan itu muncul dari fakultas umum, khususnya eksakta, tetapi dalam beberapa survei belakanhan ini justru hal itu terjadi di jurusan islam," ungkapnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(edo/rvk)


Foto Video Terkait

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Edward Febriyatri Kusuma 04 Jul, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656083/s/3c2d2de8/l/0Lnews0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A70C0A40C20A0A250A0C262840A90C10A0Ccegah0Eradikalisme0Edi0Eperguruan0Etinggi0Ebnpt0Ebentuk0Esatgas0Eanti0Eteror/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
LihatTutupKomentar