Senin, 08/09/2014 23:57 WIB
Tingginya popularitas tim menyebabkan banyak orang yang ingin menjadi pejabat merapat ke pengurus tim transisi. Sehingga tim menjadi fokus sebagian orang dan opini yang berkembang seolah-olah di Indonesia ada dualisme kekuasaan.
"Seakan pindah dari kekuasaan formal ke tim transisi, padahal itu semua hanyalah opini saja," kata Hasyim saat bertemu sejumlah tokoh masyarakat di kediaman Arum Sabil di Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, Jember, Senin (8/9/2014).
Hasyim berharap tim transisi melakukan tugasnya dengan hati-hati dan cermat. Karena bagi Hasyim, mereka sesungguhnya adalah mekanisme intern dari tim Jokowi-JK dan bersifat pasif dan analitis.
"Bahkan, jika tim transisi masuk ke daerah kekuasaan harusnya meminta izin dulu pada Presiden. Silaturahimlah dulu ke pak SBY utamanya di daerah kekuasaan publik dan politis seperti kementerian supaya kewenangannya tidak merasa dilangkahi," ungkap Hasyim.
"Di lain pihak, kita berharap Pak SBY punya kearifan, karena apapun yang dilakukan tim transisi untuk pemerintahan baru harus menjaga etika politik," tambah penasehat tim transisi ini.
Terkait tim transisi bertemu sejumlah menteri hingga menimbulkan rasa keberatan dari beberapa pihak, menurut Hasyim, itu semua dikarenakan keinginan mengkonfirmasi terkait orang-orang yang ingin menjadi pejabat. "Ketika menilai orang kan harus mengetahui untuk disesuaikan dengan lapangan," ujar Hasyim.
(vid/vid)Foto Video Terkait
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Saiful Kusmandani 09 Sep, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656083/s/3e427f5c/l/0Lnews0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A90C0A80C2357510C26847720C10A0Ceks0Eketua0Epbnu0Eangkat0Ebicara0Esoal0Etim0Etransisi0Edan0Esby/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
