Ini Penjelasan BMKG Soal Hujan Deras di Jakarta Akhir Pekan Lalu

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Jumat, 11/07/2014 14:10 WIB

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Jakarta - Hujan deras masih melanda wilayah Jabodetabek dan sempat mengakibatkan banjir beberapa hari lalu. Padahal seharusnya Jabodetabek mengalami cuaca kemarau seperti umumnya wilayah Indonesia. Bagaimana penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait hal ini?

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG, Kukuh Ribudianto mengatakan hujan di musim kemarau ini terjadi karena terjadinya suhu muka laut yang cukup hangat di Indonesia bagian barat. Titik suhu muka laut itu berada di Sumatra bagian barat.

"Dari hal itu mengakibatkan suplai uap air jadi awan di Indonesia bagian barat. Kalau di ekuator bagian timur hujannya masih normal. Kalau Sumatra bagian selatan dan Jawa seharusnya kemarau," kata Kukuh di kantornya, Kemayoran, Jakpus, Jumat (11/7/2014).

Kukuh menambahkan, cuaca hujan ini terjadi tidak hanya suhu muka laut yang memanas tapi juga adanya gelombang Celvin. "Intinya, gelombang menunjukan energi mempengaruhi pertumbuhan awan bergerak dari Barat Samudra Hindia ke timur Indonesia terus ke Pasifik. Kemudian berputar dengan periode 40 hari sampai 90 hari, dan sekarang ada di Indonesia bagian barat. Adanya gangguan itu yang mempengaruhi curah hujan di bagian barat," katanya.

Kukuh memprediksi, paling tidak hingga 3 hari ke depan wilayah Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah bagian selatan masih berpotensi hujan. "Meskipun intensitas hujan bervariasi," ujarnya.

"Pada saat seharusnya kemarau dan ada uap air, pola-pola biasanya terjadinya pada masa transisi seperti sore menjelang malam dan akan terjadi hujan lebat tapi durasinya pendek," sambungnya.

Menurut Kukuh, beberapa wilayah selama seminggu ke depan masih berpotensi hujan ringan, seperti wilayah Papua dan Maluku bagian utara. Untuk hujan lebat diperkirakan akan terjadi di Padang, Bengkulu bagian utara, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur bagian selatan, Jawa Barat bagian selatan, dan Jawa Timur bagian selatan.

"Kalau di Jawa Tengah bagian selatan hujan tapi tidak lebat. 3 Hari ini masih hujan sampai seminggu ke depan, Sumatra Selatan dan Jawa masih hujan tapi intensitas berkurang tergantung yang mempengaruhinya," pungkasnya.


Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(tfn/vid)


Foto Terkait

  • Cegah Banjir, Tim Modifikasi Cuaca Tebar Garam
  • Cuaca Ekstrem, Air Terjun Niagara Membeku
  • BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jabodetabek
  • Cuaca Ekstrim Payungi Jakarta Sampai Mei

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Taufan Noor Ismailian 11 Jul, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656083/s/3c640973/l/0Lnews0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A70C110C1410A490C26344890C10A0Cini0Epenjelasan0Ebmkg0Esoal0Ehujan0Ederas0Edi0Ejakarta0Eakhir0Epekan0Elalu/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com
LihatTutupKomentar